Lewati ke konten utama
Pembakaran Perahu Raja Donggang

Perjalanan

Pilihan Editor

Pembakaran Perahu Raja Donggang

Tanggal ResmiDigelar tiga tahun sekali, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing; bukan setiap tahun
Kota UtamaPingtung · Donggang

Ringkasan Perjalanan

Festival Menyambut Raja untuk Kedamaian Donggang digelar tiga tahun sekali, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing — bukan setiap tahun. Terkenal dengan pembakaran Perahu Raja dari kepercayaan Wangye, digelar di…

Baca Cepat

Cuplikan Perjalanan

  1. 01

    Festival Menyambut Raja untuk Kedamaian Donggang digelar tiga tahun sekali, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing — salah satu ritual paling representatif di Taiwan selatan, terkenal dengan pembakaran Perahu Ra…

    en.wikipedia.org
  2. 02

    Menjelang akhir festival, saat fajar setelah malam terakhir, sebuah Perahu Raja kayu dibakar di tepi pantai, melambangkan pengusiran wabah dan bencana serta memohon kedamaian bagi daerah — sebuah perpisahan yang khidmat.

    en.wikipedia.org
  3. 03

    Pembakaran Perahu Raja digelar di tepi pantai saat fajar dan harus menunggu sejak dini. Sebaiknya hitung mundur dari fajar malam itu: pastikan dulu jadwal pengantaran perahu, lalu tentukan tempat menginap malam sebelu…

    en.wikipedia.org

Sekali tiap tiga tahun, Donggang di Pingtung memakai sebuah perahu Raja yang ditakdirkan untuk dibakar, guna mengembalikan segala yang ingin disingkirkan seluruh daerah ke laut, dengan khidmat.

Seberapa sering pembakaran perahu Donggang, dan kapan digelar?

Festival Menyambut Raja demi Kedamaian di Donggang digelar sekali tiap tiga tahun, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing. Dengan kata lain, tidak setiap tahun ada; jika terlewat, kamu harus menunggu tiga tahun lagi.

Adapun tanggal pastinya dihitung menurut kalender lunar dan ditetapkan oleh kelenteng, sehingga waktunya pada kalender Masehi bergeser setiap kali — tak ada bulan dan tanggal tetap untuk diingat. Cara termudah menakar adalah dengan mengecek tahunnya dulu: apakah tahun ini termasuk tahun Kerbau, Naga, Kambing, atau Anjing? Pastikan dulu apakah ada "perhelatan"; lalu cek jumlah hari festival dan jadwal pelepasan Raja yang diumumkan kelenteng untuk perhelatan itu.

Dan momen yang paling dinanti, "pembakaran perahu Raja", tidak berlangsung pada siang hari yang ramai, melainkan saat fajar setelah malam terakhir festival, dengan perahu dibakar di tepi laut. Saat api menyala, langit biasanya belum terang.

Saranku: jangan mematok tanggal dari ingatan. Jadikan pengumuman resmi Kuil Donglong untuk tahun itu sebagai satu-satunya patokan, dan sebelum berangkat pastikan mengecek lagi jadwal tahun itu, karena bahkan jam fajar pelepasan Raja yang terakhir pun bisa disesuaikan menurut kemajuan ritual.

Di mana festivalnya, dan bagaimana ke Donggang dari Kaohsiung?

Lokasinya di Kecamatan Donggang, Kabupaten Pingtung. Kuil Donglong, tempat Tuan Wen dimuliakan, adalah jantung seluruh festival, sedangkan puncak pembakaran perahu ada di tepi laut.

Datang dari luar kota, kebanyakan orang menjadikan Kaohsiung sebagai basis. Dari Kaohsiung, naik bus atau berkendara ke selatan, sekitar satu jam lebih kamu sudah sampai di Donggang. Jaraknya tak jauh, tapi kamu harus memperhitungkan kondisi selama festival.

Pada hari-hari itu Donggang dipadati orang; di jalan maupun di tepi pantai akan berkumpul banyak orang yang menanti melihat pelepasan Raja. Lalu lintas lebih macet dari biasanya, dan parkir pun lebih merepotkan. Jika kamu datang demi pembakaran perahu saat fajar, berarti kamu harus mengambil posisi selagi langit masih gelap, dan kamu harus melonggarkan waktu untuk datang maupun pulang, sambil memperhatikan transport dan keselamatanmu sendiri.

Festival ini cocok untuk siapa?

Jika kamu tertarik pada kepercayaan rakyat Taiwan, dan pada bagaimana sebuah ritual dapat memuat perasaan suatu daerah, Donggang akan memberimu pelajaran yang mendalam. Yang ditonton di sini bukan gemerlap dan keramaian, melainkan suatu kekhidmatan.

Sebuah perahu Raja butuh berbulan-bulan untuk dibangun, seluruhnya dengan tangan, dibuat seperti kapal sungguhan, tak ada yang dihemat — bahkan peralatan masak, senjata, lunas di perahu, bahkan bagian yang takkan dilihat siapa pun — lalu pada malam terakhir menjadi abu. Mereka yang bisa memahami semangat "tahu pasti akan dibakar, namun tetap tak mau berhemat" ini, paling cocok untuk datang.

Ia juga cocok untuk teman seperjalanan yang ingin bersama-sama melewati momen yang hening. Saat api menyala tak ada yang bersorak; semua hanya menatap rangka runtuh seinci demi seinci. Suasana hening bersama itu akan tinggal lama dalam kenangan masing-masing. Jika kamu dan seseorang yang penting mendambakan perjalanan yang tak gaduh, namun sarat bobot, tempat ini akan pas.

Bagaimana merencanakan perjalanan ini? Bagaimana mengatur transport, penginapan, dan biaya?

Transport: Menjadikan Kaohsiung sebagai titik transit paling sederhana. Dari Kaohsiung, naik bus atau berkendara sendiri ke selatan, sekitar satu jam lebih sampai Donggang. Kerumunan dan arus lalu lintas sama-sama membesar selama festival, jadi sediakan waktu tempuh lebih dari biasanya.

Menginap di mana: Karena pembakaran perahu berlangsung di tepi laut saat fajar dan kamu perlu menunggu pagi-pagi, menginap lebih dekat ke Donggang akan menghemat banyak tenaga untuk hilir-mudik dalam gelap. Jika di Donggang kamar sulit didapat, mundur menginap di Kaohsiung lalu berangkat lebih awal hari itu juga merupakan pilihan — hanya saja waktu berkendara dan mencari parkir harus ikut dihitung.

Biaya: Pengeluaran utama jatuh pada transport dan penginapan; festivalnya sendiri, menonton pelepasan Raja di tepi pantai, tidak memerlukan tiket. Biaya yang sesungguhnya adalah "waktu" — kamu harus rela mengikuti irama ritual, menunggu saat fajar, agar perjalanan ini terasa utuh.

Prinsip inti perencanaan hanya satu kalimat: berhitung mundur dari fajar malam itu — pastikan dulu jadwal pelepasan Raja, lalu putuskan menginap di mana malam sebelumnya dan jam berapa berangkat.

Etiket apa yang perlu kuketahui untuk pembakaran perahu?

Ini adalah festival keagamaan, bukan pertunjukan. Seluruh ritual menyambut-dan-melepas Raja berlangsung berhari-hari, diselenggarakan bersama oleh kelenteng dan klan setempat dengan protokol ketat.

Setiba di lokasi, mohon hormati aturan ritual, dan bertindaklah menurut arahan petugas dan staf Kuil Donglong. Di mana boleh berdiri, di mana tak boleh melewati garis, kapan harus diam — semuanya punya alasan.

Saat pembakaran perahu terutama menuntut kepatutan. Dalam suasana melepas Raja, orang percaya Wangye akan mengumpulkan penyakit, malapetaka, segala yang tak bersih ke dalam perahu lalu membawanya pergi; ini adalah perpisahan yang khidmat. Bila kamu melihat seseorang membungkuk dalam tiga kali pada perahu, geraknya lambat, berikan ia waktu — seluruh pantai akan menunggunya selesai dengan tenang, begitu pula kamu.

Apa yang perlu diperhatikan soal kerumunan, keselamatan, dan waktu?

Kerumunan padat selama festival, dan inilah hal yang paling perlu disiapkan secara mental. Tepi pantai dan halaman kelenteng akan penuh sesak, dan lalu lintas pun ikut menegang.

Waktu: Pembakaran perahu berlangsung di tepi laut saat fajar setelah malam terakhir, yang berarti kamu harus bangun pagi — bahkan berangkat dalam gelap — untuk menunggu. Kamu harus sudah di posisi sebelum langit terang, dan perjalanan pulang pun saat fajar; seluruh iramanya benar-benar berbeda dari wisata siang hari biasa.

Keselamatan: Tepi laut saat fajar bersuhu rendah dan tanah mungkin licin, ditambah saat pembakaran ada banyak kertas sembahyang dan api, maka saat mendekat pastikan mengikuti arahan staf dan menjaga jarak aman. Di tempat ramai, jagalah teman seperjalananmu lebih baik lagi, dan sepakati titik kumpul seandainya terpisah.

Pikirkan semua ini lebih dahulu, barulah kamu bisa benar-benar tenang mencurahkan perhatianmu pada api fajar itu.

Mengapa perjalanan ini sepadan? Apa sebenarnya yang dilepas oleh kepercayaan Wangye?

Festival Menyambut Raja demi Kedamaian di Donggang adalah salah satu ritual paling representatif di Taiwan selatan. Tuan Wen, Wangye yang dimuliakan di Kuil Donglong, berkeliling atas nama Langit; Raja disambut masuk, dipuja beberapa hari, lalu dengan khidmat dikembalikan ke laut.

Akarnya tertanam dalam ingatan pesisir Taiwan. Pada masa lampau wabah tak henti di sepanjang pantai ini, dan orang percaya Wangye akan mengumpulkan penyakit, malapetaka, segala yang tak bersih ke dalam perahu kayu Raja yang rumit ini lalu membawanya pergi — maka perahu itu tak pernah dibuat untuk berlayar, melainkan untuk mengangkut segala yang ingin disingkirkan seluruh daerah.

Justru karena ia harus dilepas dengan khidmat, ia harus dibangun dengan khidmat. Saat yang dilepas cukup berat, para pembuatnya tak akan berhemat. Saat kamu berdiri di samping perahu, ujung jari menelusuri ukiran yang dipoles halus, dan mencium aroma pernis yang masih baru, kamu akan memahami ketulusan ini.

Pada malam terakhir perahu itu perlahan didorong ke pantai, di sekelilingnya ditumpuki segunung kecil kertas sembahyang. Saat api menyala langit belum terang; seluruh perahu menyala merah-jingga di pantai yang gelap, percik api melayang naik berbaur dengan bintang yang belum pudar, gelombang panas mendorong wajah bergantian dengan sejuk angin laut. Tak ada yang bersorak; semua hanya menatap.

Menatap cahaya api mengecil sedikit demi sedikit, api fajar itu terus menyala di balik mata lama sesudahnya. Sebagian hal dibangun dengan saksama begitu justru agar bisa dilepas dengan baik — dan belajar berpamitan dengan khidmat, mungkin, tepat itulah yang ingin diajarkan kota tepi laut ini, sekali tiap tiga tahun. Sepadan atau tidak, begitu kamu melihatnya kamu pun akan paham.

Sebuah perahu megah, dibangun hanya untuk dibakar saat fajar

Perahu raja itu jauh lebih halus dari yang dibayangkan — lambung kayu berpernis emas dan merah, balok berukir dan kasau bercat, bahkan peralatan masak, senjata, dan lunasnya semua lengkap, seakan benar-benar hendak berlayar jauh ke laut. Angin laut terasa asin, mengibarkan bendera demi bendera di perahu, deburan ombak menyembur gelombang demi gelombang tak jauh. Namun akhirnya telah lama ditetapkan: pada malam terakhir festival ia akan dibakar di pantai dan menjadi abu.

Lanjut membaca

Ringkasan

UtamaReference

Siklus

Digelar tiga tahun sekali, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing; bukan setiap tahun

UtamaReference

Lokasi

Kota Donggang, Kabupaten Pingtung; Kuil Donglong tempat Dewa Wen dipuja menjadi inti, dan Perahu Raja dibakar di tepi pantai

SekunderReference

Sorotan

Menjelang akhir festival, saat fajar setelah malam terakhir, sebuah Perahu Raja kayu dibakar di tepi pantai

SekunderReference

Transportasi

Kebanyakan menjadikan Kaohsiung sebagai pangkalan; naik bus atau menyetir ke selatan sekitar satu jam lebih untuk sampai ke Donggang

SekunderReference

Tanggal

Dihitung dengan kalender lunar dan dipilih oleh pihak kuil; waktu pada kalender Masehi berubah tiap perhelatan, jadi acu pada pengumuman resmi Kuil Donglong tahun itu

SekunderReference

Perlu diketahui

Ini ritual keagamaan, bukan pertunjukan; menonton pengantaran perahu di pantai tidak perlu tiket; harap bertindak sesuai arahan Kuil Donglong dan petugasnya

Ringkasan Perjalanan

Rute Kota

  • Dari Kaohsiung, berkendara atau bus ke selatan menuju Donggang sekitar satu jam lebih
  • Pembakaran perahu saat fajar setelah malam terakhir — bersiaplah menunggu pagi-pagi
  • Hormati aturan ritual dan ikuti arahan petugas kelenteng sepanjang acara
SourceWikipedia

Yang Perlu Diketahui

Panduan

Periksa pengumuman kota, transportasi, dan jam operasional secara terpisah.

Jika rencana mencakup kuil atau acara resmi, ikuti aturan setempat.

Periode nasional dan perpanjangan tiap kota dapat berbeda, jadi cek lagi sebelum final.

Tanya Jawab

Seberapa sering pembakaran Perahu Raja Donggang digelar?

Digelar tiga tahun sekali, pada tahun Kerbau, Naga, Kambing, dan Anjing — bukan setiap tahun; jika terlewat, harus menunggu tiga tahun lagi.

Kapan pembakaran Perahu Raja berlangsung?

Perahu Raja dibakar di tepi pantai saat fajar setelah malam terakhir festival; saat api menyala, langit biasanya belum terang.

Bagaimana mengecek tanggal pasti untuk tahun itu?

Tanggal dihitung dengan kalender lunar dan dipilih oleh pihak kuil, sehingga waktu pada kalender Masehi berubah tiap perhelatan. Acu pada pengumuman resmi Kuil Donglong tahun itu, dan cek lagi jadwal tahun itu sebelum berangkat.

Bagaimana cara menuju Donggang?

Kebanyakan menjadikan Kaohsiung sebagai pangkalan, naik bus atau menyetir ke selatan sekitar satu jam lebih untuk sampai ke Donggang; selama festival ramai dan lalu lintas padat, jadi jaga keselamatan diri.

Apakah perlu tiket untuk menonton pembakaran Perahu Raja?

Menonton pengantaran perahu di pantai tidak perlu tiket; biaya utama ada pada transportasi dan penginapan. Biaya sebenarnya adalah waktu menunggu saat fajar untuk mengikuti irama ritual.

Etiket apa yang perlu diperhatikan di lokasi?

Ini ritual keagamaan, bukan pertunjukan, jadi harap hormati aturannya, bertindak sesuai arahan Kuil Donglong dan petugasnya, serta jaga jarak aman saat perahu dibakar.

Sumber

Beberapa lagi dalam alur yang sama

Lanjut Baca

Ide trip berikutnya

Tiket yang mungkin cocok untuk trip ini