Lewati ke konten utama

Perjalanan

Pilihan Editor

Waisak di Borobudur

Tanggal Resmi2026-05-31 (malam bulan purnama Mei; menurut penanggalan Buddha, berbeda setiap tahun)
Kota UtamaJawa Tengah · Borobudur

Ringkasan Perjalanan

Waisak dirayakan pada malam bulan purnama di bulan Mei, memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha. Indonesia merayakan hari ini di Borobudur, Jawa Tengah, dengan yang paling khas berupa para biksu m…

Baca Cepat

Cuplikan Perjalanan

  1. 01

    Waisak dirayakan pada malam bulan purnama di bulan Mei, dihitung menurut penanggalan Buddha sehingga tanggalnya berbeda setiap tahun, memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha sekaligus, hari terpen…

    en.wikipedia.org
  2. 02

    Indonesia merayakan Waisak di Borobudur, Jawa Tengah, stupa batu yang dibangun seribu dua ratus tahun lalu, salah satu situs Buddha terbesar di dunia, dengan yang paling khas berupa para biksu mengelilingi stupa dan l…

    en.wikipedia.org
  3. 03

    Dalam perencanaan, sebagian besar menjadikan Yogyakarta sebagai basis, sekitar satu jam lebih dengan mobil ke Borobudur; kuota lampion terbatas dan sering habis lebih awal, jadi pastikan dulu tanggal tahun itu lalu at…

    en.wikipedia.org

Pada malam purnama Mei, aku berdiri bersama ibu di bawah stupa batu berusia seribu tahun Borobudur, menonton para biksu mengelilinginya bertelanjang kaki dan ribuan lampion langit naik bersama — ini adalah panduan lapangan tentang bagaimana menyaksikan Waisak di Jawa Tengah dan bagaimana merencanakannya.

Kapan Waisak? Mengapa tanggalnya berbeda tiap tahun?

Waisak adalah hari terpenting agama Buddha, menandai sekaligus kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Buddha, jatuh pada purnama bulan Mei.

Ia tidak terpaku pada satu tanggal masehi tertentu, melainkan dihitung menurut kalender lunar, melihat saat purnama bulan Mei itu naik ke langit, jadi tanggal pastinya berbeda tiap tahun. Dari pengalamanku sendiri, jangan memesan tiket pesawat berdasarkan tanggal yang sekadar kauingat samar — pastikan dulu tanggal tahun itu.

Ketika langit belum terang, para biksu sudah membentuk barisan, kaki telanjang, kepala menunduk, berjalan perlahan mengelilingi stupa batu; dan saat yang benar-benar menahan napas adalah ketika purnama naik ke puncak langit dan ribuan orang duduk bermeditasi hening di bawah stupa. Waktu-waktu ini semuanya mengikuti bulan, jadi mohon pastikan berpedoman pada pengumuman resmi tahun itu, dan untuk upacara lampion yang tempatnya terbatas pun harus mengecek tanggal dan tiket tahun itu lebih dulu.

Di mana Borobudur? Bagaimana ke sana dari Yogyakarta?

Di Indonesia, Waisak dirayakan di Borobudur, Jawa Tengah. Stupa batu ini didirikan seribu dua ratus tahun lalu, salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Kebanyakan orang berangkat dari Yogyakarta, sekitar satu jam lebih berkendara sudah sampai Borobudur. Kala itu aku pun menjadikan Yogyakarta sebagai titik berlabuh, lalu pagi-pagi sekali bergerak ke arah stupa.

Pertama kali aku melihatnya, dalam kabut pagi — gunung berapi di kejauhan hanya sebuah garis, udara menyimpan sejuk embun dan batu. Masukkan jalur dari Yogyakarta ke Borobudur ini ke dalam rencanamu, maka kamu kira-kira sudah punya kerangka perjalanan ini.

Cocok untuk siapa perjalanan ini? Orang seperti apa yang akan kusarankan merencanakannya?

Kalau yang ingin kaulihat adalah suasana ramai, di sini mungkin bukan yang kaucari; inti Waisak adalah kekhidmatan dan keheningan, keheningan seperti saat ribuan orang mengatupkan telapak tangan bersama dan melepas lampion bersama.

Kala itu aku datang bersama ibu — ia sudah tua, kakinya lemah, namun bersikeras menuntaskan seluruh putaran mengelilingi stupa. Cahaya bulan membasuh seluruh stupa batu menjadi putih, garis gunung berapi mengambang di belakang. Aku membantunya duduk di tepi kerumunan; ia memejamkan mata, mengatupkan telapak tangan, pemandangan yang kulihat sejak kecil, namun dalam keheningan ribuan orang ini, untuk pertama kali kurasakan ia membawa bobot yang khusus.

Jadi aku akan bilang, perjalanan ini sangat cocok untuk orang yang mau melambat, mau hening, dan sangat cocok pula untuk datang menemani seseorang yang menua. Kalau di sampingmu ada teman yang ingin sekali-sekali menonton lampion langit dalam diam bersama, tempat ini akan memperbesar keheningan di antara kalian itu.

Transportasi, penginapan, biaya, dan tiket — bagaimana merencanakan perjalanan ini?

Transportasi: Rencana perjalanan sebagian besar berputar di Yogyakarta, dari Yogyakarta sekitar satu jam lebih berkendara sampai Borobudur. Menjadikan Yogyakarta sebagai basis membuat pulang-pergi ke stupa lebih lancar.

Menginap di mana: Mengatur penginapan di sekitar Yogyakarta adalah pilihan yang masuk akal; karena pagi-pagi harus mengejar ritual pradaksina sebelum fajar, menginap lebih dekat membuat berangkat pagi lebih ringan.

Apakah upacara lampion bertiket: Ya. Pelepasan lampion massal di Borobudur selepas malam biasanya bertiket dari penyelenggara, tempatnya terbatas dan sering habis lebih awal. Saranku sederhana — pastikan dulu tanggal tahun itu, lalu urus tiketnya sedini mungkin, jangan menunggu sampai di lokasi.

Biaya: Terutama jatuh pada transportasi pulang-pergi dari Yogyakarta, penginapan di Yogyakarta, dan tiket upacara lampion; karena tanggal dan jumlah tempat berbeda tiap tahun, jumlah sebenarnya mohon berpedoman pada pengumuman resmi dan informasi penjualan tiket tahun itu.

Apa yang perlu diketahui sebelum masuk? Bagaimana menghadapi ritual, etika, dan kerumunan?

Ini ritual keagamaan, bukan pertunjukan. Pradaksina dan pembacaan paritta fajar sangat khidmat; sehari sebelumnya, para biksu berangkat dari kuil Mendut yang dekat, melewati kuil Pawon, dan berjalan kaki sampai Borobudur, membawa sepanjang rute air suci yang ditimba dari mata air keramat, nyala api yang dinyalakan dari api abadi, dan kitab suci — perjalanan itu sendiri bagian dari ritus.

Etika: Mohon tetap hening dan hormati ritual. Ketika berdiri di tepi terluar kerumunan, bahkan napasmu pun melembut tanpa disadari; pada saat purnama naik ke puncak langit, ribuan orang duduk bermeditasi hening bersama, tak seorang pun bersuara, dan keheningan ini layak kaujaga bersama.

Kerumunan: Waisak mengumpulkan ribuan orang, dan pradaksina, meditasi, serta pelepasan lampion semuanya berlangsung di area yang sama, jadi alurnya agak lambat.

Sesi lampion: Baru selepas malam datang lampion langit, ribuan dinyalakan dan dilepas serentak. Untuk ikut bagian ini kamu perlu membeli tiket lebih dulu, tempatnya terbatas, dan sebaiknya atur lebih awal serta pahami aturannya.

Saat lampion naik, seperti apa rasanya?

Selepas malam, ribuan lampion dinyalakan dan dilepas serentak, naik perlahan di atas monumen Buddha terbesar di dunia ini, garis stupa ditarik keluar oleh cahaya lampion, seakan mengambang dalam malam.

Pada saat lampion lepas dari tangannya, segelombang panas menerpa wajah, hangus samar kertas kapas bercampur sejuk embun malam. Ibu memegang lampionnya sendiri, lambat melepas, bibirnya bergerak samar, seakan menitipkan sesuatu kepada seseorang. Aku bertanya apa yang ia harapkan; ia bilang tak bisa diberitahu, bahwa memberitahu akan menghilangkan tuahnya — lalu kami melepas bersama, menatap dua lampion naik berdampingan ke langit penuh cahaya, tak lagi bisa dibedakan milik siapa.

Cahaya menerangkan sedikit tiap wajah yang menengadah. Aku menoleh menatap ibu; ia memandang ke atas, matanya berbinar, seperti seorang anak — sudah sangat lama sejak aku melihat raut itu padanya.

Mengapa Waisak layak didatangi sekali di Borobudur?

Waisak adalah salah satu hari raya terpenting agama Buddha, menandai sekaligus kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Buddha; dan Indonesia menempatkan hari ini di Borobudur, Jawa Tengah, paling dikenal dengan biksu mengelilingi stupa dan umat melepas lampion bersama.

Kamu akan melihat bagaimana iman dibawa langkah demi langkah ke stupa batu berusia seribu tahun, duduk dalam hening bersama ribuan orang di bawah purnama, dan menonton lampion langit naik di atas monumen Buddha terbesar di dunia.

Lampion naik menjauh, langit mendekati fajar, dan kerumunan perlahan bubar. Aku membantu ibu menuruni anak tangga batu perlahan; ia sedikit bicara, hanya terus menengadah ke langit yang tadi penuh cahaya dan kini kembali menjadi malam. Yang akhirnya kuingat bukan satu lampion pun, melainkan rasa, saat menopang lengannya, sebuah tangan yang lebih ringan dan lebih kurus dari dalam ingatanku.

Kurasa jika kamu pun menemani seseorang yang menua melihat lampion seperti ini sekali, kamu akan seperti aku, dan yang kauingat bukan lampionnya, melainkan orang di sampingmu.

Ribuan lampion, naik bersama di atas stupa berusia seribu tahun

Langit belum terang, dan para biksu sudah membentuk barisan, kaki telanjang, kepala menunduk, berjalan perlahan mengelilingi stupa batu berusia seribu tahun Borobudur. Udara menyimpan sejuk embun dan batu, gunung berapi di kejauhan hanya sebuah garis dalam kabut pagi. Tak seorang pun bicara, hanya langkah kaki dan lantunan rendah; berdiri di tepi terluar kerumunan, bahkan napas pun melembut tanpa disadari.

Lanjut membaca

Ringkasan

UtamaReference

Tanggal

2026-05-31 (malam bulan purnama Mei; menurut penanggalan Buddha, berbeda setiap tahun)

UtamaReference

Lokasi

Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia, salah satu situs Buddha terbesar di dunia

SekunderReference

Makna

Memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha sekaligus

SekunderReference

Daya tarik

Para biksu mengelilingi stupa tanpa alas kaki sambil melantunkan doa, meditasi hening di bawah bulan purnama, melepaskan lampion setelah malam tiba

SekunderReference

Transportasi

Sebagian besar berangkat dari Yogyakarta, sekitar satu jam lebih dengan mobil

SekunderReference

Upacara lampion

Umumnya tiket dijual oleh penyelenggara; kuota terbatas dan sering habis lebih awal

Ringkasan Perjalanan

Rute Kota

  • Dari Yogyakarta, Borobudur sekitar satu jam lebih berkendara
  • Pelepasan lampion biasanya bertiket dan tempat terbatas — atur lebih dulu
  • Pradaksina dan pembacaan paritta fajar khidmat — tetap hening, hormati ritual
SourceWikipedia

Yang Perlu Diketahui

Panduan

Periksa pengumuman kota, transportasi, dan jam operasional secara terpisah.

Jika rencana mencakup kuil atau acara resmi, ikuti aturan setempat.

Periode nasional dan perpanjangan tiap kota dapat berbeda, jadi cek lagi sebelum final.

Tanya Jawab

Kapan Waisak berlangsung?

Dirayakan pada malam bulan purnama di bulan Mei, dihitung menurut penanggalan Buddha berdasarkan saat bulan purnama Mei terbit ke langit, sehingga tanggal pastinya berbeda setiap tahun; pada tahun 2026 jatuh pada 31 Mei.

Apa yang diperingati Waisak?

Ini adalah hari terpenting dalam agama Buddha, memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha sekaligus.

Di mana Borobudur, dan bagaimana cara ke sana?

Berada di Jawa Tengah, Indonesia, salah satu situs Buddha terbesar di dunia. Sebagian besar berangkat dari Yogyakarta, sekitar satu jam lebih dengan mobil.

Bagaimana cara mengikuti upacara lampion?

Pelepasan lampion massal di Borobudur setelah malam tiba umumnya tiketnya dijual oleh penyelenggara, dengan kuota terbatas yang sering habis lebih awal; sebaiknya pastikan dulu tanggal tahun itu lalu beli tiket sedini mungkin.

Upacara apa yang berlangsung sehari sebelumnya?

Para biksu berangkat dari Candi Mendut yang berada di dekatnya, melewati Candi Pawon, dan berjalan kaki menuju Borobudur, membawa air suci, api, dan kitab suci di sepanjang jalan — perjalanan ini sendiri merupakan bagian dari upacara.

Di mana sebaiknya mengatur penginapan?

Lebih masuk akal mengatur penginapan di sekitar Yogyakarta; karena dini hari harus mengejar upacara mengelilingi stupa sebelum fajar, menginap lebih dekat membuat perjalanan pagi-pagi lebih ringan.

Sumber

Beberapa lagi dalam alur yang sama

Lanjut Baca

Ide trip berikutnya

Tiket yang mungkin cocok untuk trip ini